Diselimuti embun pagi nan
dingin terbawa oleh hembusan angin yang
menerpa raut wajah seakan membelai wajah kita menghapus penat setelah cukup
lama tidur beristirahat. Cahaya mentari mulai menembus kisi-kisi dedaunan yang
membentang dari Bukit Koror hingga Bukit Wasian. Cahaya putih terpapar dengan
warna kuning bias-bias sinar mentari yang menerpa dedaunan memanjakan hati
mempesona jiwa menyatu dalam bekapan kedamaian disudut Desa Kaneyan. 
Pagi itu kesibukan utama
adalah memasak air (Temiro Rano) untuk menyeduh semangkok Teh Panas ataupun
Kopi Panas. Suasana hangat menyeruak
seakan memahami kebutuhan mereka yang sedang memasak dan kedinginan di dapur,
ditebarkan oleh nyala tungku (Dodika) yang bukan saja menghangatkan orang yang
berada disekitar dapur tetapi juga berfungsi untuk mengeringkan jagung dan padi
yang tertata rapih diatas “Soldor” (Rak bambu diatas tungku biasanya berada di
dapur). Sebagai bahan persediaan makanan sambil menunggu waktu panen
berikutnya. Sesekali terdengan gemericik kayu bakar yang memancar bagaikan
kembang api alami menambah indahnya pagi di Desa yang sesalu diingat dimanapun
kita berada bila pernah berkunjung ataupun tinggal di sana.
Memasuki Desa dari arah timur (Micona) melewati
pekuburan umum, kita dijemput oleh Sumur Tua diujung Kampung. Sumur tempat menimba
air oleh sebagian warga Kaneyan yang bermukim didaerah Matahari Terbit
(Sendangan). Menurut penuturan warga, konon sumur ini tidak pernah kering
walaupun pada musim kemarau yang panjang, 

suatu anugerah Tuhan bagi manusia
yang bermukim disekitarnya yang sudah
seharusnya dijaga dan dipelihara dan bukan dibiarkan begitu saja setelah tidak
dibutuhkan lagi. Teringat seberapa banyaknya air yang diambil dan dimanfaatkan
dari sumur tersebut yang menegaskan peentingnya sumber air tersebut pada waktu
yang lalu. Sampai tulisan ini dirilis, penulis belum mendpatkan informasi tahun
berapa sumur ini pertama kali digali dan pada tahun berapa sumur ini dibuarkan
pagar pelindung termasuk kapan di lakukan pemagaran dengan beton.
Desa ini dibentengi oleh 3
sekolah seakan mengharuskan warganya untuk mengedepanankan pendidikan sebagai
kebutuhan utama masa depan anak-anak desa. Dibahagian utara terdapat SD Inpres
Kaneyan, dibahagian Timur berdiri megah SD GMIM Kaneyan yang merupakan Sekolah
tertua di Desa Kaneyan, sedangkan dibahagian selatan berdiri kokoh SMP Kristen
Kaneyan. Khusus bagi anak pra sekolah para leluhur desa sengaja menempatkannya
tepat ditengah desa sebagai bentuk monitoring bagi anak yang masih kecil dan
perlu pengawasan masyarakat, itulah dia TK GMIM Kaneyan. Tersedianya sekolah di
Desa Kaneyan memberikan dampak yang sangat baik bagi masyarakat dimana terdapat
beberapa warga desa baik yang berkiprah di dalam desa maupun diluar Desa
Kaneyan. Sebut saja Bpk. Alex Marentek yang pernah menjadi Protokoler Negara
dimasa pemerintahan Presiden Soeharto. Juga ada perwira TNI seperti Pdt. Rudy Marentek,
Jus Ratag (Danramil), Danny Ratag, Notji Pongkorung yang pernah menjadi
Bendahara Kodam XIII Merdeka juga Hendrik Ratag. Saat ini ada juga wanita Desa
Kaneyan yang merupakan Perwira yaitu Kapten Laut Diane Umboh. Terdapat juga
warga Kaneyan yang mengabdi sebagai Polisi seperti AKBP Hansen Ratag, Kompol
Recky Moniung berserta generasi muda lainnya yaitu : Metsen Moniung, Anto
Rosang, Alfian Moniung, Herry Ratag, Victor Sumoked, Christian Laoh dan Putri
Desa Kaneyan yaitu Indah Kawulur. Son Ratag, Nody Ratag dan lainnya.
Dalam Bidang Politik, Desa
Kaneyan juga mempunyai putra dan putri yang berprestasi seperti Meydi Singal
dan Friny Simbar yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan
dibidang sipil sebut saja Robby Simbar yang pernah menjabat sebagai PPK PPIP
Provinsi Sulawesi Utara dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kotamobagu, Tommy
Ropa yang pernah menjabat Lurah di Manado dan masih banyak lagi alumni dari
Desa Kaneyan yang berprestasi lainnya. Hal ini mencerminkan betapa besarnya
peranan para guru-guru yang ada di Desa Kaneyan. Sekarang menjadi tantangan
bagi generaasi muda yang sementara menempuh pendidikan untuk dapat menunjukkan
prestasinya sehingga dapat menjadi panutan bagi generasi dibawahnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar