Minggu, 09 Desember 2018

CERIANYA WARGA KANEYAN DI MALAM HARI

Kelelahan warga Desa Kaneyan biasanya terobati manakala dimalam hari mereka sering berkumpul bercerita dan bercengkerama sambil melepas lelah. Kala itu, Minggu 9 Desember 2018 penulis sempat menyaksikan bagaimana keceriaan warga Desa Kaneyan tepatnya yang berada di Daerah Talikuran.
Membahas topik tentang  harga kopra yang semakin terpuruk, Unsu panggilan akrab dari Denny Ropa membuka percakapan tentang sulitnya keuangan masyarakat akibat harga kopra yang jauh harapan dari kenyataan. Namun, ditengah keseriusan itu munculah Ading Supit yang mengalihkan percakapan tentang kebiasaan masyarakat Kaneyan jaman dahulu yang selalu bangun di waktu subuh untuk persiapan bekerja di ladang dalam kelompok yang dikenal dengan Mapalus.

"Dahulu kala orang kaneyan selalu bangun subuh sekitar jam empat yang ditandai dengan bunyi tiupan Sesebung atau Bia untuk menandakan bahwa tidak lama lagi kelompok Mapalus akan berangkat untuk bekerja. Tetapi sekarang jam empat bapak-bapaknya masih sementara memegang Bia ...... yang diikuti dengan gemuruh tawa dari Anceng Adiknya serta beberapa warga Desa lainnya yaitu Lexi Pratasis yang juga adalah Pala di Jaga Empat bersama dengan Bobby dan satu-satunya wanita di tempat tersebut yaitu Ene Umboh.