Sabtu, 07 Oktober 2017

Serap aspirasi masyarakat, "Meidy Singal" sambangi masyarakat Kaneyan

Manfaatkan tanggal cantik 7-10-2017 (7102017 - jika dibalik angkanya tetap sama) Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan dari Fraksi Golongan Karya, Meidy Jacky Singal SH, MSi. mengunjungi 3 Desa di Kecamatan Tareran (Kaneyan, Koreng dan Tumaluntung) untuk menampung aspirasi masyarakat.
Diawali di Desa Kaneyan, acara yang bertajuk “Masa Reses II” DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang bertempat di Balai Desa “Jacky” (panggilan akrab Meydy Jacky Singal SH. MSi.) yang datang lengkap dengan Isteri (Eva Suatan) dan anak-anaknya  mendengarkan aspirasi masyarakat untuk kebutuhan pembangunan di Desa Kaneyan. Sosok yang terkenal dengan "Pria Cool" dan "Low Profile"  ini secara saksama mendengarkan usulan dan keluhan masyarakat serta memberikan penjelasan terhadap usulan dan keluhan masyarakat tersebut.
Acara yang juga dihadiri oleh Hukum Tua Hanny Ratu bersama dengan Tokoh-tokoh dan ratusan masyarakat ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Sebanyak 15 Tokoh dan anggota masyarakat yang bertanya dan memberikan usulan yaitu : Frans Rantung, Selvie Rumengan, Son Ropa, Jemmy Ratu, Abraham Pongkorung, Jammy Lamia, Frans Limbat, Renly Pratasis, Hengky Moniung, Apo Winerungan, Berny Pongkorung, Jhony Ropa, Adri Supit dan Frenke Rosang.

Dalam kesempatan tersebut Jacky menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan amanat Undang-undang No. 17 Tahun 2014 dan PP No. 16 Tahun 2010 yang wajib untuk dilaksanakan sebagai wujud ketaatan terhadap pelaksanaan peraturan yang harus ia ditaati dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD. Ditambahkannya juga bahwa usulan masyarakat tentunya akan diperjuangkan namun karena usulannya begitu banyak tentunya tidak semuanya dapat diselesaikan dalam satu tahun namun secara bertahap dan juga ada beberapa usulan yang dapat diwjudkan dengan memanfaatkan Dana Desa.

Secara terpisah Jacky menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh konstituen atau masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD yang merupakan keperluan masyarakat akan disampaikan untuk disusun dan diakomodir di dalam pokok-pokok pikiran DPRD, yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah dalam suatu program dan kegiatan yang dibahas dalam musrenbang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat Pemerintah Daerah. Sebagai Putra Desa Kaneyan saya akan berupaya agar apa yang menjadi dambaan masyarakat dapat terwujud pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Rabu, 08 Maret 2017

WARGA KANEYAN GEMPAR SOGILI HAMPIR 6 KG DITEMUKAN DI SUNGAI

Teddy Ropa memamerkan Sogili yg ditemukan
Pagi 8 Maret 2017 warga Kaneyan khususnya di seputaran Uner digemparkan dengan penemuan Belut Raksasa atau dalam bahasa Warga Kaneyan disebut “Sogili” seberat 5,7 kg dengan panjang + 1,37 meter dan lingkar perut 30 cm. Kerumunan warga yang hampir menutupi jalan uner terlihat sejak pukul 06.00 bahkan hampir menutup jalan desa tersebut untuk menyaksikan hewan yang mulai langka di daerah tersebut.
Adalah Teddy Ropa sang penemu Sogili tersebut menceritakan bahwa pada Senin malam ia memasang pancing besar (dalam bahasa Kaneyan di kenal dengan nama Tiwar) di samping Balai Desa dengan ujung tali yang diikatnya di tiang besi antena parabola tepat di depan gedung tersebut. Di ujung pancing ia mengaitkan umpan berupa udang segar. Pada malam harinya ia sempat mengontrol pancingnya tersebut namun belum ada hasilnya. Kemudian beberapa jam berselang tepatnya sekitar pukul 06.00 ia kembali ke Balai Desa dan mendapati tali pancingnya sudah dalam posisi tertarik di sungai. Tanpa pikir panjang Teddy langsung turun ke Sungai Sosongian untuk melihat penyebab tali pancingnya tertarik kencang. “Awalnya kita coba tarek mar span skali kong kita iko tu senar, ternyata kote ada tagulung di kayu besar dengan panjang + 1,5 meter (awalnya saya menarik tali pancing tetapi tidak bisa kemudian saya ikuti arah tali pancingnya, dan ternyata tergulung di sebatang kayu yang panjangnya + 1,5 meter). Teddy kemudian membuka gulungan tali pancingnya namun tiba-tiba dia terkejut karena ada gerakan air yang cukup kencang di bawah kayu tersebut. Ia kemudian dengan perlahan menyingkirkan kayu tersebut dan mencoba menarik tali pancingnya namun mendapat perlawanan yang cukup keras, sehingga ia memutuskan untuk menarik secara perlahan dari daratan. Dan bukan main terkejutnya Teddy setelah melihat Sogili yang besar mencuat dari dalam air. So lama kita batiwar maar baru skarang kita dapa tu basar bagini (sudah lama saya memancing tetapi baru sekarang saya temui Belut sebesar ini. Setelah puas dipamerkan ke warga akhirnya Teddy mengakhiri kehidupan Sogili tersebut di dalam wajan yang telah diberi bumbu. (21nK)